Sabtu, 02 Oktober 2010

Misteri Hotel Jayakarta Anyer

(kisah nyata diambil dari Indoforum-Share cerita seram kalian)

Kami bersama sejumlah siswa SMUN berangkat ke Anyer dalam rangka perpisahan kelas. Mereka terdiri dari 22 orang dan akan menginap di hotel Jayakarta, Anyer. Diantar orang tua, mereka berangkat menggunakan 4 mobil.

Dalam perjalanan salah satu orang tua bertanya, "Kalian nanti akan
menginap dimana?".

"Oh, di hotel Jayakarta, tante.".

"Lho itu bukannya tempat berita orang mati gantung diri?", sambung orang
tua yang bertanya.

"Ah, yang bener tante?", tanya anak-anak yang lain dengan rasa panik.

"Alaah, udah cuekin aja, nyokap gue emang suka nakut-nakutin.", kata D, anak orang tua yang cerita tadi.

Akhirnya anak-anak pun tenang, atau sok ditenang-tenangin, mendengar perkataan terakhir. Untuk mengisi waktu di dalam perjalanan, disetel vcd film hiburan, namun ternyata yang ada film misteri Jepang berjudul "Darkwater", yang ternyata lumayan seram. Kami pun tidak berani menonton film itu secara penuh.

Pukul 12.30 siang, akhirnya rombongan kami tiba di hotel Jayakarta, walaupun sempat tersasar dan mengalami kesulitan dalam menemukan jalannya. Setelah check-in di front office, kami mulai menurunkan barang dari mobil. Selaku orang tua, kami hanya mengantar kembali pulang ke Jakarta.

Berikut kejadian-kejadian yang mereka alami yang ditulis ulang dengan gaya bahasa mereka. Semua nama orang, kecuali lokasi, kami samarkan.
Di hotel Jayakarta mereka mendapat cottage yang terdiri dari ruang tv, ruang makan, dan dapur di lantai bawah serta 3 kamar tidur dan 2 kamar mandi yang terletak di lantai atas. Cottage tersebut berada di tengah-tengah hotel dan ternyata hanya mereka yang menginap di area hotel bagian tengah sedangkan tamu-tamu lain mendapat cottage yang terletak di dekat laut dan kolam renang. Setelah semua barang sudah diturunkan dari mobil, anak-anak cewek mulai memilih kamar yang terletak di lantai atas. Rencana semula adalah semua anak cewek tidur di atas dan anak cowok tidur di bawah.

Kesebelas anak cewek itupun menentukan kamar yang akan mereka tempati. Namun ternyata saat Dn, St, dan Nv (sengaja saya inisialkan) mulai membereskan barang di kamar yang akan mereka tempati, mereka bertiga baru menyadari kalau di atas plafon tergantung sebuah tali tambang berwarna hijau yang sudah membentuk simpul seperti yang biasa digunakan untuk orang bunuh diri.

Mereka bertiga pun panik dan langsung memanggil anak-anak yang lain untuk melihat tali tersebut. Kemudian salah seorang anak cowok melepas simpul
tali tersebut dari plafon dan menenangkan anak-anak cewek. Namun akhirnya anak-anak cewek tidak ada yang berani tidur di kamar tersebut sehingga anak-anak cewek bergabung tidur di satu kamar yang paling besar dan ada kamar mandinya, sedangkan dua kamar lainnya ditempati oleh anak-anak cowok.

Pukul 14.00 setelah tidak sabar lagi akhirnya anak-anak pergi ke laut walaupun matahari masih menyengat. Mereka semua bermain di laut dengan menyewa body board, dan bermain pasir hingga pukul 17.30, yang kemudian dilanjutkan dengan berenang di kolam renang hingga pukul 18.30.

Setelah puas berenang mereka kembali ke cottage dan mandi sore. Setelah selesai mandi Ab, Sm, Kt, Gt, Dn, Fk, Da, Ar, In, Wn, Ch, De, Ag, An, Pd, Jw, Ad dan Gs memutuskan untuk pergi makan malam di restoran yang terletak di luar hotel. Sedangkan St, Wn, Op, Rz, dan Nv memutuskan untuk tetap berada di cottage. Pada pukul 20.30 anak-anak pun pulang dari restoran. Namun ternyata, ada kisah yang telah menunggu mereka.

St mengatakan bahwa pada saat ia menonton tv, ia melihat ada orang perempuan berbaju putih yang mengintip dari balik jendela yang terletak di belakang tv, kemudian perempuan itu menghilang dan sepertinya berjalan ke arah teras. Tapi saat St bertanya kepad a Rz yang duduk di teras apakah ada perempuan yang lewat di depan teras, Rz mengatakan tidak ada yang lewat sama sekali.

Mendengar kisah itu anak-anak menenangkan diri sambil berkata, "Mungkin loe salah liat kali atau mungkin perempuan itu jalan ke arah lain bukan ke arah teras." Akhirnya anak-anak pun tidak begitu memikirkan kisah tersebut.
Pada pukul 21.00 anak-anak memutuskan untuk pergi ke pantai. Anak-anak yang pergi ke pantai adalah Wn, Wa, Dn, Gt, Op, De, In, Fk At, Ch, Kt, dan Ab. Sedangkan anak-anak yang lain tetap berada di cottage. Pada malam itu pantai anyer di depan Hotel Jayakarta cukup ramai karena pada saat itu ada rombongan lain yang juga menginap di hotel Jayakarta juga melewatkan malam dengan duduk-duduk di tepi pantai. Pukul 01.30 pagi, setelah puas duduk-duduk sambil mengobrol dan bernyanyi diiringi dengan gitar,
anak-anak pun memutuskan untuk kembali ke cottage setelah sebelumnya duduk-duduk dan membersihkan kaki dari pasir di kolam renang. Karena letak cottage yang cukup jauh dari kolam renang, maka anak-anak pun harus berjalan. Tiba-tiba At kaget dan mengatakan ada bayangan hitam seperti anak kecil yang lari cepat sekali di depan mereka. Anak-anak yang lain pun langsung berjalan sambil merapatkan diri karena ketakutan.

Tiba di cottage, beberapa anak yang tidak ikut ke pantai ternyata sudah ada yang tidur karena kelelahan sedangkan yang lainnya masih ada yang menonton tv. Anak-anak perempuan yang baru tiba dari pantai antara lain Dn, Fk, Kt, Dn, Ch, At,dan Id langsung naik menuju kamar tidur di lantai atas, sedangkan Wn dan Gt tetap berada di lantai bawah sambil menonton tv dengan beberapa anak cowok yang belum tidur. Di kamar anak cewek, St, Nv, dan Id sudah tidur duluan karena kelelahan. Sedangkan anak cewek lainnya
memutuskan untuk mengobrol sambil bermain kartu tarot. Yang bertindak sebagai peramal adalah Dn karena cuma ia yang mengerti cara bermain tarot. Sambil menunggu giliran anak-anak lain pun bercanda. Pada saat itu Fk tengah tiduran dengan posisi kaki ditempelkan ke jendela kamar yang tidak mempunyai balkon.
Tiba-tiba, "Braakk!!" "Wah, gimana sih koq jendelanya bisa kebuka? Berarti tadi belum dikunci dong?", kata Fk. Ia pun bangkit untuk menutup jendela.

"Astaghfirullah!!", kata Fk. "Kenapa Fk?", Tanya anak-anak yang lain. "Ah, ga apa-apa.", kata Fk. "Eh, kita semua turun ke bawah aja yuk?", sambung Fk lagi. "Yaaa..entar aja gue belum diramal nih sama danie..", kata
yang lainnya. Pada saat itu Kt yang lagi iseng memotret dengan menggunakan hpnya

Dn tiba-tiba berkata, "Eh, ini koq ada batangan putih ya disampingnya Dn?" Padahal saat itu tidak ada orang Anak-anak yang lain pun ikut ketakutan melihat ekspresi Ab dan tidak ada yang berani bertanya kepada Ab apa yang sedang terjadi sebenarnya. Mereka pun langsung menutupi tubuh mereka dengan bed cover, tiba-tiba Op berkata, "Gt, sumpah ya gak bohong, I'm so scared!!"
"Ah, udah deh loe diem aja, orang lagi tegang juga!!", kata Gt. Akhirnya

malam itu pun mereka lalui dengan tegang dan tidak ada satupun anak yang
berada di lantai bawah berani tidur.

Anyer, 20 Mei 2003

Setelah pagi, dan anak-anak yang lain mulai terbangun, Ab baru bercerita bahwa tadi malam ia melihat sosok perempuan berdiri di cottage yang terletak di depan copttage kami, namun hal itu tidak mungkin karena cottage tersebut tidak ada yang menginapinya, kemudian ketika ia keluar ke halaman perempuan itu sudah berdiri di gardu dan ketika Ab kembali ke dalam cottage, perempuan itu ternyata mengikuti dan berdiri di pintu ruang duduk cottage kami padahal pintu itu sudah dikunci oleh Ab, dan sosok perempuan itu sangat menyeramkan, beraut muka sangat pucat, seperti ekspresi sedih dan putus asa, bibir seperti berkerut dan terlihat tertunduk dengan rambutnya yang panjang hingga pinggang. Setelah mendengar cerita Ab, St pun bercerita bahwa tadi malam saat ia sedang gosok gigi sebelum tidur di kamar mandi,
ia merasakan bahwa ia sedang diperhatikan dan benar saja, ketika ia menengok ke arah bak mandi yang terletak di sebelah ka nan ia melihat ada sosok perempuan berdiri di dalam bak kamar mandi sedang melihatnya, karena ketakutan Santi pun langsung keluar dari kamar mandi. Lalu, Fk berkata bahwa pada saat ia menutup jendela yang terbuka kemarin saat sedang bermain tarot ia melihat ada sosok perempuan yang berdiri di samping jendela dan melihat ke arahnya, padahal jendela itu tidak mempunyai balkon dan berarti perempuan itu melayang!!!

Akhirnya karena ketakutan, anak-anak esok harinya pun memutuskan untuk pindah ke cottage yang terletak di depan kolam renang dan lebih dekat dengan pantai karena kebetulan ternyata rombongan yang lain sudah pulang dan betul-betul sepi karena tinggal rombongan kami saja yang menginap disitu.

Pukul 12.30 siang akhirnya semua pindah ke cottage yang terletak di depan kolam renang. Cottage itu terdiri dari 4 kamar tidur, 2 kamar mandi, dapur, ruang makan, dan ruang duduk. Setelah diputuskan, anak perempuan tidur 2 kamar di bawah dan anak laki-laki di 2 kamar diatas. Karena belum puas bermain di pantai, akhirnya anak-anak pun kembali berenang di laut dengan menggunakan bodyboard. Tiba-tiba Ab dan An memutuskan untuk berenang ke tengah laut menuju suatu menara seperti mercu suar, tetapi hal itu langsung
ditentang oleh anak-anak yang lain karena mereka tidak mau sampai terjadi hal-hal yang berbahaya. Namun, Ab dan An tetap nekat. Hingga pada akhirnya mereka berenang terlalu jauh dan kepala mereka hanya tampak setitik kecil saja di tengah laut. Karena panik Dn pun memutuskan untuk berenang menyusul mereka, namun (cerita Dn kemudian) saat ia di tengah laut tiba-tiba muncul sosok bapak tua melayang di atas air di sampingnya dan bertanya, "Sedang nyari apa ,dik?" karena kaget dan sangat takut Dn hanya bisa berkata, "Ah, ngga koq pak."

Kemudian ketika Dn menengok kembali dan ternyata sosok bapak itu sudah menghilang dan tidak ada orang lain yang berenang di dekatnya. Karena ketakutan akhirnya Dn memutuskan untuk kembali ke tepi pantai. Untungnya saat itu Ab dan An kembali dan mereka tidak apa-apa.

Malamnya semua kembali menonton TV dan Fk yang bisa melihat hal-hal aneh, cuman bilang nggak ada. Saat lagi menonton TV, tiba-tiba terlihat bayangan orang berdiri di depan pintu dapur di balik kaca. Kami sibuk menghitung jumlah orang, ternyata klop pas. Jadi siapa yang ada di depan pintu dapur.

Tiba-tiba lampu mati. Karena sekring ada di dapur, tak ada yang berani menuju ke sana. Akhirnya kami semua berhambur ke teras, dan kaget sekali karena ternyata.......seluruh pantai hotel itu mati lampu semua dan gelap gulita..!!!

Kami sangat terkejut dan tidak menyangka, liburan ini menjadi sesuatu yang menakutkan sekali. Akhirnya tiga orang berani berjalan menuju front office yang letaknya sangat jauh dari semua cottage itu. Mereka berjalan dengan menggunakan lampu handphone. Sesampainya di front office, ternyata hanya ada tiga orang pegawai dan semuanya benar-benar tidur pulas. Susah sekali membangunkan mereka. Ketika akhirnya mereka bangun, mereka berulang kali meminta maaf. Mereka hanya bertiga karena pegawai yang lain
kebanyakan penduduk sekitar dan mereka pulang ke rumah mereka di luar lingkungan
cottage jika sudah malam. Yang tidak bisa kami lupakan adalah ekspresi dan profil wajah para pegawai dan penduduk sekitarnya, tatapannya sangat asing dan meresahkan karena seperti memandang aneh.

Sementara kami yang tetap berada di cottage, akhirnya masuk bersama-sama ke dalam cottage karena ketiga kawan kami lama sekali dan belum juga muncul. Ternyata malam itu lampu cottage mati cukup lama. Kami semua berkumpul di lantai atas, berkerumun, dengan penerangan handphone yang di mati nyalakan. Tiba-tiba salah seorang kami berkata: "Nd dan Dw kenapa tuh?" Semua melihat ke arah Nd dan Dw yang duduk paling sudut dekat dinding
terlihat menggigil kedinginan hingga gigi mereka bergemeletuk. "Iya nih kita kedinginan" jawab Nd. Kami semua berpandangan, karena kamar saat itu justru terasa sangat panas akibat kami semua duduk berkerumun di salah satu sudut kamar !!! Lalu Fk berkata:"Ay o kita semua baca-baca bersama, ayo Ag baca ayat Qursi!! sambil menyuruh Ag yang pintar mengaji. Kami semua membaca ayat Qursi, pelan-pelan terus menerus dan sedikit bertambah keras. Tiba-tiba lampu cottage menyala lagi dan bersamaan itu rasa sangat dingin yang dirasakan oleh Nd dan Dw langsung menghilang menjadi hangat kembali. Tak
lama ketiga kawan kami yang pergi ke front office pun kembali ke cottage.

Esok pagi kami segera berberes-beres dan segera pulang kembali ke Jakarta dengan menggunakan bis. Sepanjang perjalanan Fk melihat-lihat ke belakang dan kata :"Alhamdulillah". Ternyata semalam Fk melihat bahwa di belakang Nd dan Dw, si hantu perempuan itu sedang merangkul keduanya. Dan Fk tidak melihat hantu itu ikut ke dalam bis menuju Jakarta.

catatan:

Sol Elite Marbella yang terletak di sebelah Jayakarta, ternyata juga menyimpan cerita seram. Jika tidak percaya, cobalah menginap di sana, asalkan jauhilah balkon jendelanya, karena banyak orang yang terpeleset dan jatuh dari balkon itu. Believe It or Not is up to you

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar